Ternyata Aceh Tenggara Menyimpan Pesona Wisata Alam yang Mendunia, Yuk! Travelling Ke Gunung Leuser

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Senin, 12 Juni 2023 | 08:15 WIB
Hutan perawan di kawasan Gunung Leuser. (Realitasonline.id/Sumardi)
Hutan perawan di kawasan Gunung Leuser. (Realitasonline.id/Sumardi)

Bunga langka itu bakal mekar dalam satu pekan, kemudian membusuk dan mati. Biasanya bunga tersebut tumbuh dan mekar ketika suhu udara yang rendah di bawah 20 derajat celcius dan bunga raflesia beraroma tidak sedap.

Dilanjutkannya, selain tumbuhan endemi yang unik itu ada juga wisatawan melakukan penelitian tentang keberadaan satwa langka yang berada di kawasan TNGL. Keberadaan satwa langka di kawasan wisata TNGL Ketambe, kata dia, selain Orangutan terdapat Badak Sumatera, Harimau Sumatera dan Gajah Sumatera, serta puluhan spesies burung hutan, salah satunya yaitu burung rangkong.

Baca Juga: KONI Sumut Selesaikan Tes Fisik Tahap II Penentuan Atlet Pelatda Libatkan Cabor Olahraga

Burung Rangkong atau yang memiliki nama lain Enggang, Julang dan Kangkareng merupakan salah satu spesies burung yang hidup di Indonesia, Afrika, Asia daerah tropis dan Papua Nugini. Burung Rangkong atau Enggang merupakan salah satu jenis burung yang masih bisa ditemukan di kawasan TNGL di Aceh Tenggara.

Para turis menikmati udara segar dan sejuk di hutan Gunung Leuser. (Realitasonline.id/Sumardi)
Para turis menikmati udara segar dan sejuk di hutan Gunung Leuser. (Realitasonline.id/Sumardi)

kemudian, keberadaan Orangutan menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke objek wisata Ketambe.Sedangkan Orangutan sangat mudah ditemui, saat bermain atau mencari makan di pepohonan. Keberadaan Orangutan di Ketambe tidak pernah terganggu. Bahkan warga bisa hidup berdampingan dengan Orangutan itu.

Apalagi para petugas di stasiun selalu mengawasi siapa saja pengunjung yang datang. Para tamu atau peneliti, dipastikan tidak boleh mengganggu tumbuhan dan satwa, termasuk Orangutan di daerah Ketambe itu.

Baca Juga: Layanan Katering Jamaah di Makkah Akan Berhenti Sementara

Orangutan di sini sering terlihat menghampiri wisatawan di lokasi sekitar warung-warung yang ada di kawasan tersebut. Bahkan Orangutan terkadang dapat ditemui di pepohonan pinggiran jalan.

Wisata Arung Jeram

Sedangkan lokasi rafting, kata dia, kawasan wisata Ketambe memiliki Sungai Alas yang membelah hutan lindung di kawasan tersebut. Sungai ini memiliki arus yang menantang, sehingga cocok dijadikan sebagai tempat arung jeram bagi wisatawan yang menyukai tantangan.

Arus dan ombaknya sangat menantang, sehingga banyak wisatawan melakukan adu nyali melalui aktivitas arung jeram. Panjang alur sungai kurang lebih 50 kilometer.

Di lokasi wisata Ketambe, wisatawan yang mencintai aktivitas rafting atau arung jeram tidak perlu lagi membawa sendiri perahu karetnya.

Baca Juga: Kasus Narkoba, Pria Asal Simalungun dan Deliserdang ditangkap Polres Tebing Tinggi

Karena pihak pengelola telah menyediakan perahu karet yang standar dan menyediakan pemandu wisata arung jeram di Sungai Alas dengan biaya sebesar Rp1,2 juta perharinya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X