Realitasonline.id | Belakangan ini istilah slow living sedang naik daun di media sosial, setelah aktris senior Indonesia Lulu Tobing mengungkapkan bahwa ia sedang menjalani hidup dengan cara slow living.
Tren yang ada di media sosial slow living sebenarnya bukanlah hal yang baru.
Menurut LDN, slow living merupakan kelompok yang membantu orang dalam memasuki gaya hidup yang lebih santai dan tidak tergesa-gesa.
Slow living merupakan gaya hidup yang mana dalam menjalani kehidupan dengan tidak tergesa-gesa.
Slow living untuk menjalani kehidupan dengan lambat memiliki konsep tidak menyerah dengan kehidupan yang berjalan cepat.
Baca Juga: 2 Aplikasi Milik Ustaz Adi Hidayat Diblokir Google Gegara Donasi ke Palestina? Begini Kebenarannya
Namun, lebih memperlambat bagaimana fokus dalam hal-hal kecil yang sering diabaikan dengan membuat kita agar lebih bersyukur pada setiap hal.
Gerakan itu dimulai di Italia pada tahun 80-an oleh jurnalis bernama Charlo Petriani sebagaimana dilansir dari kompas.id.
Tujuan dari slow living ini untuk melindungi bagaimana tradisi makanan daerah sebagai tanggapan atas pembukaan yang terjadi di pusat Kota Roma.
Baca Juga: 2 Aplikasi Milik Ustaz Adi Hidayat Diblokir Google Gegara Donasi ke Palestina? Begini Kebenarannya
Gerakan ini diberikan nama slow food atau makanan lambat berasal dari plesetan dari kata makanan cepat saji.
Slow living merupakan perpanjangan dari kata gerakan slow food.
Sebagaimana merambahnya dari berbagai faktor kehidupan seperti kebugaran, perkebunan, bahkan interior.
Baca Juga: Sidang Solar Ilegal AKBP Ach, Jaksa Hadirkan Penyidik Polda Sumut