Sebagaimana yang dikatakan LDN, bahwa slow living adalah mempromosikan gaya hidup yang memiliki makna lebih sadar akan sekitar, mengurangi implusif, serta menghabiskan banyak waktu dalam hal yang tidak membuat bahagia.
Penekanannya, yaitu untuk menghabiskan lebih sedikit waktu yang ada di media sosial.
Slow living ditandai dengan adanya penemuan kepuasan pada kehidupan, lebih hadir bersama orang sekitar dengan meluangkan waktu dengan kesenangan hidup serta memperkuat hubungan dengan alam melalui kehidupan ramah lingkungan.
Baca Juga: Diduga Penyalahgunaan DD, Oknum Kades Bangun Rejo Dilaporkan ke Kejari Labuhanbatu
Slow living juga mendorong agar sedikit mengurangi penggunaan teknologi.
Gerakan slow living ini, yaitu melawan ekspektasi budaya yang dilatarbelakangi kebanyakan melakukan secepat mungkin.
Baca Juga: Wakil Bupati Labusel Sambut Kepulangan Jamaah Haji Kloter 20 Di Asrama Haji Medan
Slow living lebih menekankan tentang bagaimana sesuatu yang disengaja atau memprioritaskan apa yang diberi nilai dalam kehidupan. (MIF)