Sayangnya, langkah ini hanya menghasilkan satu gambar saja. Karena itu dikembangkanlah teknik pelat basah.
Baca Juga: Pemusnahan Barang Bukti Narkoba dan Senpi di Kantor Kejari Binjai
Hasilnya, akan berbentuk lembaran hitam yang dicetak pada kertas peka cahaya di bawah sinar matahari.
Selain itu, ada juga seniman yang menggunakan cetakan negatif untuk ukiran kayu yang dicetak massa lewat surat kabar.
Fotografi pada perang, semakin populer pada tahun 1914. Hasil foto yang muncul pada surat kabar diambil oleh fotografer profesional. (MIF)