Walaupun seperti itu, NASA tetap mengklaim bahwa peringatan tentang kiamat internet tersebut adalah keliru.
Karena berdasarkan hasil penelusuran, bahwa video yang beredar merupakan sejumlah tangkapan layar artikel salah satunya dari The Mirror yang diunggah pada 7 Juni 2023 serta artikel dari JOE.ie.
Diketahui bahwa kedua artikel tersebut membahas tentang misi Parker Space Probe yang dilakukan oleh NASA.
Baca Juga: Dukung Pemberdayaan Pemuda Pesisir, Maritim Muda Nusantara Sumut MoU dengan INSHOKAI
Memang NASA sendiri meluncurkan Parker Space Probe tetapi tidak ada istilah kiamat internet dalam misi tersebut.
Sehingga, istilah kiamat internet sendiri itu bersumber dari studi soal badai matahari yang ditulis langsung oleh Asisten Profesor Ilmu Komputer Universitas California Sangeetha Abdu Jyothi.
Baca Juga: Dukung Pemberdayaan Pemuda Pesisir, Maritim Muda Nusantara Sumut MoU dengan INSHOKAI
Pada dasarnya studi tersebut menganalisis tentang ketahanan infrastruktur internet yang ada di seluruh dunia, kemudian ditemukan ada kabel di bawah laut memiliki risiko kegagalan yang besar.
Sehingga, apabila terjadinya badai matahari maka kabel bawah air akan terganggu serta menghilangkan daya listrik besar-besaran. (MIF)