Sri Mulyani menjelaskan, pengelolaannya ada pada lintas empat kementerian dan lembaga yaitu Bappenas, Kementan, Kementerian PUPR, dan Kementerian Dalam Negeri.
“Tujuan utama dari SIMURP adalah meningkatkan produktivitas dan pendapatan petani. Hal ini sejalan dengan program utama Kementan," bilang Sri Mulyani.
Sri Mulyani mengatakan fokus kegiatan SIMURP adalah CSA atau Pertanian Cerdas Iklim. Kegiatan CSA bertujuan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas, mengajarkan budidaya pertanian yang tahan terhadap perubahan iklim.
Baca Juga: Tangisi Mayat akan Menambah Siksa Kuburnya? Buya Yahya: Rasulullah Saja Menangis
Lanjut Sri Mulyani, juga bisa mengurangi risiko gagal panen, mengurangi emisi Gas Rumah Kaca (GRK) serta meningkatkan pendapatan petani khususnya di Daerah Irigasi Proyek SIMURP,” jabar Sri Mulyani.
Program SIMURP yang dilaksanakan oleh Kementan menurutnya mampu dimaksimalkan petani di Desa Sei Bamban.
“Ini dibuktikan dengan luas lahan 100 Ha yang dikelola oleh 2 kelompok tani yaitu kelompok tani Mekar Jaya seluas 50 Hektare dan kelompok Tani Tunas Harapan dengan luas sawah 50 Hektare," ucapnya.
Sementara itu Sekretaris Dinas Ketapang Provinsi Sumut Lusyantini memuji Sergai yang merupakan salah satu satu daerah berstatus lumbung padi di Sumut.
“Diharapkan kegiatan ini harus dikembangkan kelompok tani lainnya di Sergai. Jika perlu, undang Gapoktan di seluruh Sergai untuk belajar menerapkan teknologi CSA dari SIMURP ini, agar produktivitas padi meningkat dan petani sejahtera,” harapnya.
Hadir dalam kegiatan ini Asisten Ekonomi dan Pembangunan Fitriadi, Kadis Pertanian Dedy Iskandar, Camat Sei Bamban Donny Salfaria Simarmata dan perwakilan Gapoktan se-Sergai. (ML)