Banyak Jadi Korban, Kapolres Padangsidimpuan Imbau Masyarakat Waspadai Penipuan Online

photo author
Mery Ismail, Realitas Online
- Rabu, 1 Mei 2024 | 22:46 WIB
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Maria Marpaung  (Realitasonline.id/Dok)
Kasat Reskrim Polres Padangsidimpuan AKP Maria Marpaung (Realitasonline.id/Dok)

Realitasonline.id - Padangsidimpuan | Mengingat banyaknya yang jadi korban serta banyaknya laporan warga terkait penipuan online yang masuk ke Polres Padangsidimpuan, Kapolres AKBP Dudung Setyawan melalui Kasat Reskrim, AKP Maria Marpaung, mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap hal tersebut.

" Para oknum pelaku penipuan online ini, juga memiliki beragam modus untuk melancarkan aksinya, maka kami imbau masyarakat tetap waspada dan jangan tergoda dengan bujuk rayu yang dilakukan melalui media sosial, " saran AKP Maria, Selasa (30/4/2024)

Ia merinci, umumnya para pelaku menggunakan sarana media sosial seperti, Facebook, Instagram, atau WhatsApp biasanya sering menyamar sebagai orang terkenal atau kerabat untuk mengelabui korban.

Baca Juga: Awas Penyedia Jasa Berkedok Penipuan! Begini Jenis- Jenis Asuransi Mobil dan Penjelasannya Beserta Harga Premi untuk di Indonesia , Simak !

" Modusnya, biasanya berpura-pura menjadi orang terkenal, ataupun keluarga dan kerabat kita, kemudian pelaku menghubungi melalui direct message dan berpura-pura terlilit masalah yang ujungnya pinjam uang. Ini yang paling sering terjadi, " ungkapnya.

Tak sampai di situ, lanjut Maria, penipuan juga terjadi bisa dari transaksi ataupun arisan online. Ia meminta masyarakat, jangan mudah terpedaya, jika ada yang tawarkan barang dengan harga di bawah pasaran.

" Apalagi, pelakunya minta kita untuk men-transfer uang muka dahulu. Itu biasanya sudah jelas penipuan. Jika ingin bertransaksi online, pahami dulu kredibilitas si penjual dan, utamakan jual beli di situs yang terpercaya, " jelasnya.

Baca Juga: Polda Sumut Limpahkan Kasus Penipuan Masuk TNI Polri ke Jaksa, Tersangka NW Raup hingga 1 Miliar Lebih?

Kemudian, akhir-akhir ini, sebutnya, kerap muncul modus penipuan baru berupa link undangan pernikahan digital. Link yang seharusnya format pdf, malah datang berbentuk apk. Ini, juga salah satu yang mengarah ke cyber crime atau kejahatan online.

" Biasanya, kegiatan-kegiatan seperti ini ulah daripada hacker-hacker nakal yang hendak meretas ponsel kita. Untuk itu, jangan sembarangan meng-click undangan pernikahan digital ini, " urainya.

Selanjutnya, upaya penipuan online juga sering terjadi dengan modus investasi bodong. Biasanya meng-invest sejumlah nominal uang dengan iming-iming akan menjadi berlipat-lipat ganda.

Baca Juga: Kayak Gini Harga Mobil Bekas di Jakarta di Bawah 100 Juta Rupiah, Temukan Spesifikasinya Menurut Selera, Hindari Penipuan

" Ini juga di luar nalar. Tidak ada yang instan di dunia ini, kecuali dengan jalan melakukan aksi kriminal salah satunya penipuan online. Untuk itu, kita harus tetap waspada, " terangnya.

Kasat menghimbau kepada segenap masyarakat, agar menjadi pengguna media sosial yang cerdas. Jangan mudah terpedaya dengan bujuk rayu atau modus apapun dari pelaku penipuan online.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mery Ismail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X