Diutarakan, Sipirok juga memiliki kain tenun khas, yang diproduksi tangan terampil lewat Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM). Ini kekayaan yang sangat luar biasa. Harus diperhatikan dan dipastikan mendatangkan kesejahteraan bagi pengrajin nantinya. Jika dikelola dengan baik, akan menjadi potensi yang luar biasa.
"Jika seluruh pegawai diwajibkan pada hari tertentu memakai baju tenun, tentu ekonomi akan lebih berputar dan merata di Sipirok. Selain itu, dikembangkanlah pemasaran keluar daerah lewat UKM, " ucapnya.
Menurutnya, sangat simpel dalam meningkatkan UKM di Tapsel. Itupun kalau ada hati dan kecintaan pada daerah. Ada kemauan untuk membangun daerah
"Sipirok juga memiliki potensi wisata yang luar biasa. Ada Pemandian Air Panas, Pemandangan Alam. Tetapi, potensi yang dimiliki Sipirok sebagai Ibukota Tapsel ini, belum semuanya dikelola secara maksimal, " ungkapnya, sambil mengajak warga untuk terus kompak demi kemajuan Tapsel kedepan.
Pada kesempatan itu, Syahrul M Pasaribu menyebut, bicara Sipirok baginya memiliki catatan penting dalam sejarah perjalanan kepemimpinannya di Tapsel. Akan tetapi seperti banyaknya tanggapan masyarakat dan berdasarkan survey akademisi tingkat keberhasilan pembangunan dan kepuasan masyarakat jauh dari yang diharapkan. (RIS)