Dalam kapasitas sebagai anggota DPR RI, Gus Irawan mengajak mitra kerjanya agar turut berkontribusi bagi pembangunan Tapsel. Alhasil, Masjid Al Munawir Pasar Sipirok dan Masjid Simaninggir telah direhab dengan megah. Juga dua masjid di Sayurmatinggi, mesjid Taqwa Hapesong Batang Toru dan bangunan GKPA di Marancar.
Kemudian pembangunan 8 unit sanitasi pondok pesantren dan 23 unti sanitasi desa di tahun 2023 dengan total anggaran Rp11,4 miliar.
Infrastruktur
Kontribusi pembangunan pada infrastruktur Jalan Nasional di Tapsel, peran Gus Irawan juga sangat besar. Seperti pembangunanjalan dari Batas Tapteng-Tapsel di Batangtoru (Rp116 miliar) sampai ke Kota Padangsidimpuan (Rp21 miliar) tahun 2020 sampai 2022.
Jalan Pantai Barat dari Batangtoru Tapsel (Rp100 miliar) sampai Singkuang Madina (Rp99 miliar) tahun 2020 sampai 2023. Pembangunan jalan dari Padangsidimpuan (Rp43 miliar) - Tapsel (Rp304 miliar) - Batas Sumut dan Sumbar di Madina (Rp185 miliar) tahun 2020 sampai 2023.
Ini baru sebagian besarnya saja. Selama 10 tahun Gus Irawan anggota DPR RI, ia juga telah berkontribusi besar bagi pembangunan di 18 Kabupaten/Kota lainnya yang masuk dalam wilayah Daerah Pemilihan (Dapil) Sumut II.
Perku juga diingat, saat tahun 2016 wilayah Provinsi Sumatera Utara defisit energi listrik, sehingga dilakukan pemadaman bergilir mulai dari Langkat, Medan, Labuhanbatu Raya, Tabagsel sampai ke Tapanuli dan Karo.
Gus Irawan yang Ketua Komisi VII DPR RI saat itu, telah memimpin langkah solusi guna menutupi kebutuhan energi listrik. Selanjutnya berhasil mendorong Kementerian ESDM dan PLN menyewa kapal pembangkit listrik Marine Vessei Power Plant (MVPP) dari Turki.
Pembangkit terapung itu memiliki kapasitas daya listrik 480 Mega Watt, sementara daya yang dibutuhkan sekitar 240 MW. Sehingga pada akhirnya Sumatera Utara yang mengalami krisis berubah menjadi surplus listrik.
Tahun 2017, industri di Sumut terutama di Kawasan Industri Medan ( KIM ) banyak yang merumahkan dan bahkan mem PHK karyawan. Sebab, tidak mampu bersaing karena mahalnya harga gas.
Gus Irawan sebagai Ketua Komisi VII DPR RI menyelamatkannya, yakni dengan menekan Menteri SDM, Pertamina dan PGN untuk menurunkan harga Gas di Sumut dari 12,22 USD per MMBTU menjadi 9,95 USD per MMBTU.
Tahun 2019 disaat mintak sawit (CPO) Indonesia ditolak Uni Eropa, menyebabkan harga TBS sawit turun drastis. Gus secara visioner mengambil inisiatif, yakni mengajak Menteri ESDM menerapkan B30 lebih awal dari jadwal road map. Sehingga harga sawit kembali normal karena meningkatnya kebutuhan dalam negeri.
Setelah kembali ke Komisi XI atau saat Covid-19 melanda, Gus Irawan banyak membawa bantuan dari mitra kerjanya ke Tapsel. Seperti alat pelindung diri (APD) dan puluhan ribu paket sembako kepada masyarakat yang terdampak Covid.