Mandi di Laut, Ibu di Nias Selatan Diterkam Seekor Buaya

photo author
Zufarnesia, Realitas Online
- Selasa, 31 Desember 2024 | 21:11 WIB
Ilustrasi buaya ganas (Kalimantansatu.com/Pixabay via Pexels)
Ilustrasi buaya ganas (Kalimantansatu.com/Pixabay via Pexels)

Realitasonline.id-Nias Selatan | Peristiwa tragis menimpa seorang ibu rumah tangga berinisial NZ (46) di Desa Orahili, Kecamatan Pulau-Pulau Batu, Kabupaten Nias Selatan, Sumatera Utara, pada Senin (16/12).

Korban tewas setelah diterkam seekor buaya saat mandi di laut di kawasan Pulau Tello.

Insiden ini terjadi sekitar pukul 11.00 WIB. Sebelum diterkam, korban diketahui pergi ke pantai pada pagi hari untuk mandi di laut dengan tujuan menghilangkan penyakit. Seorang saksi mata sempat melihat korban berada sekitar 15 meter dari bibir pantai.

Menurut keterangan saksi, saat itu mereka sempat berbincang singkat sebelum seekor buaya muara tiba-tiba muncul hanya satu meter di belakang korban.

Saksi langsung berteriak memperingatkan korban, namun serangan buaya tersebut berlangsung cepat. Predator air itu menyerang dan menyeret tubuh korban ke dalam laut, sehingga korban tidak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga: Mengapa Bumper Depan Mobil Adalah Komponen Vital dalam Keamanan Berkendara? Ini Penjelasannya !

Teriakan saksi memicu reaksi cepat warga setempat yang segera bergegas ke lokasi kejadian. Namun, nyawa korban tidak dapat diselamatkan akibat luka gigitan yang parah.

“Setelah mendengar saksi berteriak, warga yang sebagian besar adalah nelayan langsung bertindak. Namun, nyawa korban sudah tidak tertolong,” ungkap Fendi, salah seorang warga.

Warga kemudian berupaya memburu buaya tersebut. Beberapa jam setelah kejadian, predator berukuran sekitar empat meter itu berhasil ditangkap. Untuk mencegah ancaman lebih lanjut, buaya tersebut ditembak mati dengan bantuan pihak Polri dan TNI.

Jenazah korban segera dievakuasi dan dimakamkan oleh keluarga pada hari yang sama. Sementara itu, bangkai buaya yang telah ditembak turut dikuburkan oleh warga setempat.

Insiden ini memicu kekhawatiran di kalangan masyarakat, terutama mereka yang tinggal di wilayah pesisir dan bergantung pada aktivitas laut.

Camat Pulau-Pulau Batu, Kornelius Wau, menjelaskan bahwa buaya tersebut sudah sering terlihat di sekitar Pantai Pulau Tello. Meskipun demikian, ini merupakan insiden pertama yang mengakibatkan korban jiwa.

Baca Juga: Inovasi Teknologi Bumper Depan Mobil: Lebih dari Sekadar Perlindungan

Kornelius meminta agar Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Utara mengambil langkah serius untuk mengatasi ancaman dari satwa liar ini.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Zufarnesia

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X