Realitasonline.id - Sibolga | Kabar bahagia lulus sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diperoleh Martha Priska Lumbantobing, pada 1 Januari 2025. Baginya, ini adalah buah dari doa, kesabaran, kerja keras, dan dukungan keluarga serta rekan-rekannya.
"Saya tahu menjadi Penyuluh honorer itu penuh tantangan disamping gaji yang kecil. Tapi melihat senyum dan semangat pada masyarakat di daerah binaan saya, semua itu terbayar," ujar Martha pegawai KUA Kecamatan Sibolga Selatan mengawali kisah.
Melalui Tim Humas Data dan Informasi Kanwil Kemenag Sumut, Minggu (23/2/2025) Martha menceritakan, awal jadi Penyuluh pada tahun 2020 hingga saat ini, dia sempat mendapat gejolak penolakan dari pihak keluarga. Namun hal tersebut perlahan membaik berkat kesabarannya.
Banyak lika liku perjuangan dilewati Martha selama menjadi Penyuluh Agama Kristen Non PNS. Ia juga pernah mendapat kata-kata kasar dari masyarakat di daerah binaannya.
Baca Juga: Mobil Komeng Dimodifikasi Jadi Grand Max, Begini Hasilnya
“Suami saya dulu sering kali marah kalau saya pulang agak malam ke rumah. Dia pernah bilang, terus saja pulang seperti ini. Tidur saja kamu diluar. Berapa banyak gaji yang dapatmu sebagai Penyuluh itu. Namun saya selalu berikan pengertian dan penjelasan kepadanya hingga dia bisa menerima pekerjaan saya sebagai pewarta injil," ujarnya.
Di sela-sela kesibukannya sebagai PAK Non PNS, Martha juga memanfaatkan waktu luang sebagai guru di SMKN 1 Kota Sibolga dan juga memberikan bimbingan konseling personal kepada anak pecandu narkoba. Dengan kesabarannya, Martha berhasil mengubah anak tersebut menjadi baik hingga terbebas dari pengaruh narkoba dan obat-obatan.
"Selain menjadi PAK Non PNS, saya juga menyambi waktu luang sebagai guru pendidikan agama kristen di SMKN 1 Sibolga. Namun yang menarik dari itu semua, saya punya anak bimbingan konseling personal. Anak ini dulunya sangat bandal, pecandu obat-obatan dan juga ngelem," katanya.
Baca Juga: Wali Kota Wesly Silalahi Siap Ikuti Retret Magelang Karena Banyak Manfaatnya
"Puji tuhan, saya selalu membimbing dia kejalan roh Kudus, hingga akhirnya dia sekarang bisa kembali sekolah. Dulu sempat putus sekolah saat SMP, namun sekarang sudah kembali sekolah, sekarang sudah SMA atau SMK dia. Puji tuhan saya sangat bahagia bisa membimbing dia menjadi lebih baik dengan firman-firman Allah,“ terangnya.
Sebagai Penyuluh Agama Kristen Non PNS, ibu beranak 3 ini bertekad untuk terus mengabdi dengan sepenuh hati. Ia juga berencana untuk terus mewartakan injil di masyarakat agar dapat menjadi inspirasi bagi siswa-siswi dan masyarakat binaannya.
"Anak-anak adalah aset berharga bangsa ini. Melalui bimbingan rohani, saya berharap mereka dapat tumbuh sebagai individu yang berakhlak mulia dan bertanggung jlawab. Saya ingat, Rasul Paulus mendorong pengabdian seumur hidup ini, ketika ia menasihatkan kita untuk menyerahkan tubuh kita sebagai “persembahan yang hidup” (Rm. 12:1)," pungkasnya.