Opini Suheri Harahap: Jangan Biarkan Warisan Leluhur Kita Runtuh di Paluta

photo author
Iin Prasetyo, Realitas Online
- Senin, 19 Mei 2025 | 05:56 WIB
Dr. Suheri Harahap, M.Si, Dosen FIS UINSU saat bersama Juru Pelihara Candi Bahal Portibi Zulfan Harahap.(Foto : Realitasonline.id - Ist)
Dr. Suheri Harahap, M.Si, Dosen FIS UINSU saat bersama Juru Pelihara Candi Bahal Portibi Zulfan Harahap.(Foto : Realitasonline.id - Ist)

Apalagi saat ini, Candi Bahal juga menjadi tempat ibadah dan kunjungan wisata religi umat Buddha, terutama dari etnis Tionghoa berbagai negara. Ini adalah peluang besar bagi Paluta untuk menjadi destinasi 'Heritage Tourism' kelas dunia.

Namun, potensi ini tidak akan berkembang maksimal jika tidak dibarengi dengan kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) lokal. Diperlukan pembinaan dan pelatihan bagi masyarakat desa agar lebih sadar wisata dan ramah terhadap turis.

Diharapkan pemuda desa tidak terlibat dalam perilaku meresahkan seperti mabuk-mabukan yang mengganggu kenyamanan pengunjung. Sebaliknya, masyarakat Paluta bisa hadir sebagai tuan rumah yang ramah, senyum menyambut wisatawan, dan menjadi bagian dari penggerak ekonomi.

"Ini adalah 'Kampung Dollar' yang selama ini belum dikelola dengan baik, namun butuh-tangan dingin' untuk menghidupkan kembali warisan budaya agar tidak terlupakan," tuturnya

Ia juga mendorong pembangunan SDM desa harus menjadi fokus utama. Berbagai perguruan tinggi di Tabagsel, seperti UIN Syahada atau STAIN Madina, dapat membuka kampus cabang di Paluta, dengan membuka Program Studi Arkeologi.

Baca Juga: Pengiriman 26 Calon PMI Ilegal ke Malaysia Digagalkan Polda Sumut

"Ini akan mendorong riset-riset lokal serta pengabdian masyarakat yang berkelanjutan, " harapnya.

Selain itu, peran aktif civitas akademika di Tabagsel sangat dibutuhkan untuk mengkolaborasikan program-program strategis pemerintah pusat di era Prabowo-Gibran agar benar-benar menyentuh desa-desa, khususnya dalam pengembangan Candi Bahal.

Dengan dukungan dari seluruh elemen pemerintah, akademisi, masyarakat, dan pelaku wisata Candi Bahal dan kawasan Portibi akan menjadi ikon kebangkitan pariwisata sejarah di Sumatera Utara.

"Warisan peradaban masa lalu ini bukan hanya untuk dikenang, tetapi untuk dikelola dan diwariskan sebagai sumber kebanggaan dan kesejahteraan generasi masa depan," tutupnya. (RI)



Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Iin Prasetyo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X