Realitasonline.id - Toba | Pemerintah kabupaten (Pemkab) Toba menggelar rapat koordinasi terkait keberlangsungan Koperasi Merah Putih di kabupaten tersebut, Kamis (11/9/2-25), di ruang kerja kantor Bupati.
Rapat dihadiri Wakil Bupati Toba Audi Murphy Sitorus, Kepala Dinas Kominfo, Sesmon T Butarbutar, Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Toba, Salomo H Simanjuntak, Plt.Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toba, Lena Pardede, Plt. Kepala Dinas PUTR, Gumianto Simangunsong, Kepala Desa Lumban Pea Timur sebagai perwakilan masyarakat desa, serta Ketua Koperasi Desa Merah Putih Lumban Pea Timur, Kecamatan Balige.
Melalui rapat ini, terungkap masalah pokok yakni bagaimana agar Koperasi Merah Putih dapat berjalan dan berkembang di Kabupaten Toba. Setiap perwakilan koperasi menyampaikan aspirasi dan gagasan demi membangun koperasi tersebut sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat desa.
Baca Juga: Bupati Langkat Dorong Percepatan Pembangunan Desa Lewat Dana Desa dan Koperasi Merah Putih
Wakil Bupati menegaskan, koperasi dapat dibantu oleh perangkat daerah dan pengawas agar masyarakat mau bergabung sehingga koperasi mampu maju dan berkembang.
Ia juga menerima aspirasi dari perwakilan yang hadir, sekaligus memberikan solusi dengan menyarankan dibuatnya proposal program rancangan pengelolaan. Proposal ini nantinya akan menentukan siapa yang akan mengerjakan program pengelolaan bagi koperasi dan desa tersebut.
Ketua Koperasi Merah Putih Lumban Pea Timur, Fernando Pasaribu menyampaikan, program pemerintah ini memang mendapat dukungan dari kabupaten, juga memberi keyakinan kepada masyarakat dengan cara bertanggung jawab, meski dengan modal yang masih minim.
Baca Juga: Bupati Deli Serdang Perintahkan Koperasi Merah Putih Jual Beras SPHP
Sebagai langkah awal, alam dilakukan antisipasi dengan cara budidaya jagung walaupun belum berdampak signifikan. Selain itu, ada pula rencana membuka gerai sembako untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, seperti gas LPG subsidi, tabung melon, dan kebutuhan lainnya.
Ketua koperasi meminta fasilitas dari pihak Pertamina agar koperasi dapat berjalan sementara melalui program titip jual dengan harga sepadan, lalu keuntungan dialokasikan kembali untuk kebutuhan masyarakat.
Menanggapi hal ini, Wakil Bupati menekankan agar koperasi lebih baik tidak mengambil bidang usaha yang sudah banyak dilakukan masyarakat, seperti budidaya perikanan, perkebunan, maupun peternakan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian menyampaikan, sebelumnya beberapa pihak dari dinas pertanian telah bertemu dengan kementerian dan sekitar dua hingga tiga bulan lalu juga berdiskusi dengan kepala desa terkait ketahanan pangan masyarakat.
" Dari pihak Dinas Pertanian sendiri, akan ada bantuan ke Desa Lumban Pea Timur berupa pemanfaatan lahan pekarangan rumah yang dibantu kementerian tadi. Desa Lumban Pea Timur ditetapkan sebagai penerima bantuan untuk lima kelompok, ditambah PKK yang merupakan binaan provinsi. Bantuan tersebut berupa benih tanaman buah-buahan dan sayuran,” ungkapnya.