Realitasonline.id - Taput | Sebanyak 103 bangunan Hunian Tetap (Huntap) yang diperuntukkan bagi korban bencana alam atas bantuan yayasan Buddha Tzu Chi masih berfluktuasi.
Pasalnya, jumlah bangunan Huntap sebelumnya 103 unit masih akan dilakukan validasi akhir terhadap para korban bencana alam yang kehilangan tempat tinggal guna menentukan kepastian pembangunan dilokasi Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adian Koting Tapanuli Utara.
"Guna memastikan, kita telah membentuk tim validasi akhir melibatkan BPBD, Perumahan dan Kawasan Pemukiman serta inspektorat," papar Kepala Bidang Perumahan dan PSU Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Taput Fredy Afrinton Siregar, ST, Rabu (13/1/2026).
Baca Juga: Kantor Pelayanan Pajak Pratama Balige Silangit Akan Miliki Mushola
Kendati pun demikian Afrinton menyebut proses pematangan lahan dan pembuatan jalan akses masuk dan diperkirakan akan rampung pekan ini.
Afrinton menambahkan pembangunan hunian tetap lewat inventarisir yang dilakukan tercatat 103 unit.
Tetapi karena ada juga masyarakat mungkin tidak berminat atau mungkin tidak bisa masuk ke kategori bantuan itu, setelah dilakukan verifikasi ulang , kemungkinan besar jumlah pembangunan unit Huntap itu mungkin berkurang.
"Penyebab lain berkurang, mungkin ada rumah penduduk yang sudah masuk zona merah bencana alam. Jadi, kalaupun itu kita bangun di lokasi yang sama kemungkinan besar tidak bisa ditempati,"jelasnya.
Dijelaskannya, setelah hasil validasi akhir diperoleh, para penerima bantuan akan diikat pada sebuah perjanjian.
Baca Juga: Pemkab Bireuen Bantah Isu Penimbunan Logistik Bantuan Bencana
"Jadi, jumlah rumah yang akan dibangun masih fluktuatif. Senin pekan depan kami akan melakukan validasi akhir, kita tunggu hasilnya," paparnya.
Lebih jauh Afrinton menjelaskan, tipe hunian tetap yang akan dibangun di Dolok Nauli Adiankoting tipe 36 dengan luas lahan 7x 13 meter, sesuai aturan yang dikeluarkan pemerintah.