Realitasonline.id – Sibolga | Pemerintah Kota Sibolga kembali sukses meraih Universal Health Coverage (UHC) Award Tahun 2026 Kategori Madya, sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kuat dalam menjamin akses layanan kesehatan bagi seluruh warganya.
Penghargaan bergengsi tersebut diterima langsung oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, dalam ajang UHC Awards 2026 yang digelar di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Selasa (27/1/2026).
Capaian ini sekaligus menegaskan konsistensi Pemko Sibolga dalam mempertahankan predikat UHC 100 persen, dengan tingkat kepesertaan aktif mencapai 93,11 persen. Artinya, hampir seluruh masyarakat Kota Sibolga telah terdaftar dan aktif sebagai peserta Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).
Pada UHC Awards Tahun 2026, sebanyak 31 pemerintah provinsi dan 397 pemerintah kabupaten/kota di seluruh Indonesia menerima penghargaan serupa atas komitmen mereka dalam memperluas perlindungan kesehatan masyarakat.
Penghargaan UHC sendiri merupakan bentuk apresiasi dari BPJS Kesehatan kepada para kepala daerah yang dinilai berhasil menjamin hak dasar masyarakat atas layanan kesehatan yang mudah diakses dan berkelanjutan.
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, menegaskan bahwa Program JKN adalah bukti nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat UUD 1945.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Syukri Penarik Dampingi Mendagri Tinjau Lokasi Banjir dan Longsor
“Kesehatan memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan bangsa. Dengan masyarakat yang sehat, akan tercipta masyarakat yang makmur, sejahtera, dan unggul,” ujar Cak Imin dalam sambutannya.
Sementara itu, Direktur Utama BPJS Kesehatan, Ghufron Mukti, menyebut capaian UHC mencerminkan kuatnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga fasilitas kesehatan.
“Hingga 31 Desember 2025, cakupan kepesertaan JKN telah mencapai 282,7 juta jiwa, atau lebih dari 98 persen dari total penduduk Indonesia,” jelas Ghufron.
Baca Juga: Menteri PUPR Turun Langsung ke Sibolga, Akses Jalan Logistik Terus Dikebut
Ghufron menambahkan, hasil penelitian LPEM FEB UI Tahun 2025 menunjukkan bahwa daerah yang telah mencapai UHC memiliki tingkat kesakitan lebih rendah, akses layanan kesehatan yang lebih baik, serta penurunan beban pengeluaran kesehatan rumah tangga.
Tak hanya itu, peningkatan kepesertaan juga berdampak pada meningkatnya pemanfaatan layanan kesehatan. Saat ini, rata-rata kunjungan peserta JKN ke fasilitas kesehatan mencapai sekitar dua juta kunjungan per hari.