Realitasonline.id - Sibolga | Wali Kota Akhmad Syukri Nazry Penarik bersama Wakil Wali Kota Pantas Maruba Lumbantobing menerima audiensi pengurus Lembaga Adat dan Budaya Batak Sibolga dan Sekitarnya (LABAS) di Aula Nusantara I, Kantor Wali Kota Sibolga, Selasa (7/4/2026).
Dalam pertemuan itu, Ketua Lembaga Adat dan Budaya Batak Sibolga dan Sekitarnya (LABAS), Hasudungan Samosir atau yang akrab disapa Op. Cio, menjelaskan bahwa pembentukan LABAS berangkat dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap lomba paduan suara Kristiani antar marga yang digelar Pemko Sibolga selama dua tahun terakhir.
“Dari situ para ketua marga berkumpul, menyamakan persepsi, dan merumuskan pelaksanaan adat yang lebih efektif tanpa mengurangi makna,” ujar Hasudungan.
Baca Juga: Sidak, Wali Kota Sibolga Syukri Penarik Cek Disiplin ASN
Ia menegaskan, LABAS dibentuk untuk mempererat silaturahmi antar marga di Sibolga, sekaligus menyusun tata kelola adat yang lebih efisien. Salah satu fokusnya, kata dia, adalah pelaksanaan adat pernikahan agar berjalan tertib dan tepat waktu tanpa menghilangkan nilai budaya.
Tak hanya itu, LABAS juga menargetkan program advokasi hukum bagi para ketua marga serta mendorong generasi muda agar aktif melestarikan budaya melalui seminar dan pelatihan. Termasuk di dalamnya pelatihan parsinabul atau parhata sebagai pembicara dalam acara adat.
Hasudungan juga berharap dukungan penuh dari pemerintah daerah, khususnya dalam proses legalitas lembaga.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK Sumut
“Kami berharap dukungan Pemko Sibolga untuk pengurusan akta notaris dan pendaftaran LABAS ke Kesbangpol,” katanya.
Ia juga berharap pelantikan pengurus LABAS dapat dilakukan langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Sibolga pada perayaan Paskah Oikoumene Kota Sibolga yang direncanakan berlangsung pada 10 April 2026.
Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Sibolga Syukri Penarik mengatakan akan mendukung penuh pelestarian adat dan budaya Batak. Ia menyebut, keberadaan LABAS akan menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga identitas budaya daerah.
Baca Juga: Wali Kota Sibolga Buka Turnamen Futsal Antar Kelurahan, 17 Tim Berlaga Meriahkan HJS ke-326
“Kami siap memfasilitasi pembentukan LABAS, termasuk percepatan legalitas melalui notaris agar memudahkan koordinasi dengan Kesbangpol,” tegas Syukri.
Syukri juga menuturkan pentingnya peran generasi muda dalam menjaga nilai-nilai budaya di tengah arus modernisasi. Menurutnya, pemahaman terhadap makna tortor, termasuk tata cara manortor dan manyombah, harus terus ditanamkan.