Sementara itu, Gede Santika dari PJT I menyampaikan bahwa target utama operasi adalah peningkatan elevasi muka air Danau Toba sebagai sumber daya strategis.
Dari sisi teknis, staf BMKG Fikri menjelaskan bahwa operasi dilakukan menggunakan bahan semai higroskopis seperti NaCl dan CaO. Kedua bahan tersebut berfungsi untuk mempercepat pembentukan hujan dan mengarahkan pertumbuhan awan ke wilayah tangkapan air.
Baca Juga: Maling Motor di Tapsel Ditangkap, Barang Curian Sempat Digadaikan
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman sebelumnya, metode ini mampu meningkatkan curah hujan hingga 30–50 persen sesuai target operasi.
Dengan pelaksanaan OMC ini, pemerintah dan para pemangku kepentingan berharap ketersediaan air di Danau Toba tetap terjaga. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari strategi adaptasi menghadapi potensi kekeringan di musim kemarau. (GS)