Evaluasi Penurunan Stunting di Langkat, Wagubsu: Target Pemerintah Pusat Hingga Kabupaten/Kota

photo author
Mery Ismail, Realitas Online
- Kamis, 1 Juni 2023 | 09:00 WIB
Wakil Gubsu Musa Rajekshah memukul gong pembukaan  forum konselidasi percepatan penurunan stunting dan rembuk stunting Provinsi Sumatera Utara tahun 2023. (Realitasonline.id/AA)
Wakil Gubsu Musa Rajekshah memukul gong pembukaan forum konselidasi percepatan penurunan stunting dan rembuk stunting Provinsi Sumatera Utara tahun 2023. (Realitasonline.id/AA)

 

Langkat - Realitasonline.id | Program percepatan penurunan stunting sudah menjadi target pemerintah pusat hingga daerah kabupaten/kota, sehingga dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi tim pemerintah dengan mitra kerja pemerintah pusat.

Hal ini diungkap Wakil Gubernur Sumatera Utara Musa Rajekshah kepada wartawan, Rabu (31/5/2023) usai membuka acara forum konsolidasi percepatan penurunan stunting dan penandatanganan komitmen bersama rembuk stunting Provinsi Sumatera Utara tahun 2023, dihadiri DR H Rahmat Shah selaku Ketua PMI Sumut dan Sekdakab Langkat Amril SSos.

Ijeck sapaan akrab Wakil Gubsu ini mengatakan, stunting menjadi salah satu target utama dari pemerintah pusat sampai tingkat provinsi dan kabupaten/kota. Hal ini dilakukan secara bersama sama, agar target penurunan stunting di Sumut dapat diwujudkan. 

Baca Juga: Pertama Kali di Indonesia, KAI Angkut Jemaah Haji Embarkasi Medan

"Kita tidak bisa kerjakan sendiri-sendiri, karena kita punya target 2024, angka stunting 18 persen dari tahun kemaren 21,1 persen. Kita harapkan dengan bekerja sama kita dapat melakukan penurunan stunting kedepannya," katanya optimis.

Sekdakab Langkat mengatakan, Pemkab Langkat akan terus dan selalu serius dalam upaya penurunan angka stunting. "Kami akan bekerjasama dengan semua pihak dan mengikuti instruksi pemerintah provinsi dan pusat, dalam menekan angka stunting," tandasnya.

Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Dr (HC) dr Hasto Wardoyo melalui live zoom menyebutkan, sesuai arahan Presiden RI Joko Widodo bahwa target  penurunan angka gagal tumbuh atau stunting sebesar 14 persen harus dapat dicapai pada tahun 2024.

Baca Juga: Kloter 8 Bertolak, 4 Jemaah yang Sempat Tertunda Ikut Berangkat

Disebutkan, stunting masih menjadi masalah besar harus segera diselesaikan di Tanah Air. Apalagi stunting dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia sebuah negara, bukan hanya berdampak kepada kondisi fisik anak, melainkan juga kesehatan hingga kemampuan berpikir anak.

“Dampak stunting ini bukan hanya urusan tinggi badan, tapi paling berbahaya kemampuan anak untuk belajar rendah. Keterbelakangan mental dan muncul penyakit-penyakit kronis yang gampang masuk ke tubuh anak,” jelasnya.

Baca Juga: Astaghfirullah, Balai Tempat Salat di Tanah Wakaf Muhammadiyah Samalanga Diduga Dibakar

Dia juga menekankan, pentingnya asupan gizi diberikan kepada ibu hamil dan bayi. Presiden minta jajaran Kementerian Kesehatan menghentikan pemberian biskuit, menggantinya dengan makanan tinggi protein, bagi ibu hamil dan bayi melalui puskesmas dan posyandu.

"Juga menekankan pentingnya penyuluhan dan pemberian edukasi, bagi masyarakat mengenai makanan dan gizi untuk anak. Presiden tidak ingin kembali terjadi di Indonesia, tentang kasus seorang ibu memberikan minum kopi saset kepada bayinya," ujarnya.(AA)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Mery Ismail

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X