Mulanya, kota ini merupakan tempat berkumpulnya para pedagang dari dataran tinggi Tanah Kara dan Langkat untuk menukarkan barang yang mereka punya.
Di tempat inilah mereka harus bermalam sebelum kembali melakukan perjalanan panjang menuju daerah asal.
Kota Binjai berada di 22 kilometer sebelah barat Kota Medan. Kota asri ini menghubungkan wilayah Medan dengan Provinsi Aceh.
Baca Juga: Al Arofatus Naini Raih Gelar Doktor Di Usia 26 Tahun, Ini Hasil Penemuannya
Kota Binjai terdiri dari lima kecamatan yaitu Binjai Selatan, Binjai Kota, Binjai Timur, Binjai Utara dan Binjai Barat.
Kecamatan yang memiliki luas daerah paling besar adalah Binjai Selatan, sedangkan kecamatan yang paling kecil adalah Binjai Kota.
Kota Binjai menjadi salah satu daerah di Indonesia yang multietnis. Kota ini dihuni oleh suku Jawa, Batak Karo, Tionghoa dan suku Melayu.
Kemajemukan etnis ini menjadikan Binjai kaya akan norma budaya dan adat istiadat yang beragam.
Baca Juga: Siap-siap Kaya Raya dan Rezeki Lancar, Ustaz Adi Hidayat: Baca 2 Surah Ini Saat Salat Tahajud
Dalam segi ekonomi, Binjai cukup tertata dalam mengelolanya. Ada empat sektor yang cukup dominan dalam pembentukan ekonomi kota ini yaitu Sektor Industri Pengolahan, Sektor Perdagangan, Hotel dan Restoran, Sektor Keuangan dan sektor industri afal.
Dalam sistem perkotaan nasional, Kota Binjai ditetapkan sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN). Kota Binjai juga termasuk ke dalam Kawasan Strategis Nasional Perkotaan Mebidangro (Kota Medan-Kota Binjai-Kabupaten Deli Serdang-Kabupaten Karo).
Metropolitan Mebidangro berada di posisi strategis jalur International Shipping Conference. Sehingga keberadaannya dapat menjadi pintu bagi pengembangan kegiatan ekonomi di provinsi Sumatera Utara, DI Nanggoe Aceh Darussalam, dan Sumatera Barat.
Saat ini, Binjai dipimpin oleh Wali Kota Amir Hamzah yang didampingi Rizky Yunanda Sitepu. Melalui program-program yang diusungnya, Binjai diharapkan menjadi kota yang membuat hidup masyarakat menjadi lebih mudah.(BD)