Paluta - Realitasonline.id | Dalam upaya mewujudkan stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) Pemerintah Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) melalui Dinas Kesehatan kembali menyelenggarakan Rapat Koordinasi (Rakor) Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) di ruang rapat Bupati Paluta, Kamis (24/8/2023).
Rapat koordinasi yang dipimpin oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Paluta Patuan Rahmat Syukur P Hasibuan tersebut juga membahas persiapan mengikuti ajang penerimaan penghargaan STBM Award kabupaten Paluta tahun 2023.
Turut hadir asisten III Setdakab Paluta Maralobi Siregar, kepala Dinas Kesehatan Paluta dr Sri Prihatin Harahap, Kepala Dinas Perkim Paluta Makmur Harahap, kepala Dinas PUTR Paluta Ramlan, kepala Dinas PMD Yusuf MD Hasibuan, BAZNAS Paluta, Danramil 05 PB, Camat se kabupaten Paluta, sejumlah kepala desa dan menghadirkan narasumber Linda Christina Bangun yang merupakan Sanitarian di Dinkes Sumut.
Baca Juga: Fraksi PDIP DPRD Medan Setuju Ranperda Inovasi Daerah Jadi Perda, Tapi Segera Terbitkan Perwalnya!
Kepala Dinas Kesehatan kabupaten Paluta dr Sri Prihatin Harahap dalam laporannya menyebutkan bahwa program percepatan Stop BABS sudah dilaksanakan sejak tahun 2019 di kabupaten Paluta.
Selama pelaksanaan, secara bertahap progres perkembangan dari program stop BABS tersebut berjalan dengan baik sehingga untuk tahun ini Kabupaten Paluta diusulkan untuk mengikuti penghargaan STBM Award.
“Kabupaten Paluta adalah satu-satunya daerah di Sumatera Utara yang mengikuti ajang penghargaan ini. Karena itu kita harus terus bekerja sama untuk mengupayakan seluruh tahapan dan syarat penilaian dalam menghadapi ajang penghargaan ini,” ujarnya.
Baca Juga: Mengapa Karakter Anime dan Manga Memiliki Mata Besar? Ternyata Ini Alasannya
Ia memaparkan bahwa salah satu indikator penilaian STBM Award ini adalah perwujudan dan pelaksanaan program stop BABS ditengah masyarakat secara optimal.
Karena itu, masih ada sekitar 223 titik atau kepala keluarga tersebar di beberapa desa yang saat ini belum stop BABS dan menjadi fokus bagi semua pihak yang terlibat untuk menyelesaikannya secepat mungkin.
“Sesuai data kita memang masih ada sekitar 223 kepala keluarga yang belum stop BABS. Makanya kita harus bekerja sama untuk menyelesaikannya sehingga tidak menjadi salah satu penghalang bagi kabupaten Paluta untuk menerima penghargaan STBM Award tahun ini,” ajaknya.
Untuk itu, ia mengajak seluruh pihak untuk tetap bekerjasama dalam mewujudkan program stop BABS tersebut sehingga kabupaten Paluta mencapai ODF atau daerah yang 100 persen stop BABS kedepannya.
Baca Juga: PWI Agara Sesalkan Kajari Kurang Bermitra, Minta Komisi III DPR Aceh Evaluasi
Sementara, Sekretaris Daerah Kabupaten Paluta Patuan Rahmat Syukur P Hasibuan berharap agar seluruh OPD, Camat, kepala desa dan Puskesmas serta seluruh pihak untuk mengoptimalkan fungsi dalam mensinergikan program sanitasi di daerah serta mengawal keberhasilan program sanitasi di wilayah masing-masing.