Realitasonline.id | Berbicara politik berarti berbicara kekuasaan dan pemerintahan. Politik berasal dari bahasa Yunani “polis” yang berarti kota atau negara kota. Kemudian berkembang menjadi “politika” yang artinya pemerintahan negara. Politik dalam bahas Arab disebut siyasah yang berarti mengatur, mengurus, memerintah, membuat kebijakan dan pemerintahan politik.
Peradaban politik adalah kekuasaan politik yang diarahkan untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat atau suatu bangsa. Sedangkan kemandirian politik adalah kekuasaan politik yang bebas dari intervensi, proteksi dan skenario pihak luar dirinya yang dapat merusak tujuan politik yang telah ditentukan.
Sebagai warga negara Indonesia dapat merasakan tingginya dominasi politik mengisi kehidupan masyarakat. Hampir tidak ada ruang dalam setahun yang lepas dari perbincangan politik. Mulai dari politik tingkat desa sampai politik tingkat pusat.
Pasca pilkades datang pilbup, selesai pilbub datang pileg atau pemilihan legislatif mulai tingkat kabupaten kota, provinsi sampai tingkat pusat. Belum habis letih pileg dan pemilihan anggota dewan perwakilan daerah menyusul pilpres. Setelah usai pilpres menyusul pilgub tingkat provinsi.
Baca Juga: 4 Kota Paling Maju di Sumatra Utara, Nomor 1 No Debat
Demikianlah kegiatan politik rutinitas menghabiskan energi rakyat. Karena mau tidak mau banyak rakyat yang terlibat sebagai pendukung, tim sukses, tidak jarang rakyat menjadi terpecah belah, belum lagi efek money politik yang turut juga menyertai kompetisi pertarungan politik tersebut.
Maka bermunculanlah jargon-jargon negatif dalam politik seperti politik wani piro, maju tak gentar pilih yang bayar, ambil uangnya jangan pilih orangnya sampai pilih yang paling tinggi bayarnya.
Peradaban Politik
Banyak energi rakyat digunakan dalam urusan politik. Pertanyaannya kapan membangun bangsa agar negara maju, rakyat sejahtera. Sejarah menceritakan bahwa mayoritas kehancuran peradaban besar klasik seperti Romawi, Persia, Umayyah, Abbasiah karena dominasi politik.
Politik digunakan bukan untuk memajukan dan mensejahterakan rakyat melainkan sebagai legitimasi kekuasaan untuk meraih kenikmatan dan kepuasan kelompok.
Politik yang cenderung mengedepankan kekuasaan berarti mottonyo politic for politic yakni politik untuk politik. Akibatnya penguasa politik akan cenderung mengedepankan kekuasaan dan menikmati kekuasannya.
Seharusnya politic for science atau politik untuk ilmu pengetahuan maka kekuasaan politik hanya sebagi media merumuskan kebijakan yang berpihak kepada kemajuan bangsa jangka panjang dan kesejahteraan rakyat.
Kemandirian Politik