Di samping peradaban politik, yang tidak kalah pentingnya adalah kemandirian politik. Setelah Indonesia merdeka dari penjajahan pada tanggal 17 Agustus 1945 maka secara defacto Indonesia menjadi negara yang mandiri. Dengan modal kekayaan alam yang melimpah tentu bisa menjadi modal pembangunan Indonesia.
Baca Juga: Buat Kamu Pejuang Study Abroad, Ini 4 Beasiswa Luar Negeri Gratis Kuliah dan Biaya Visa
Jika tidak ada kemandirian politik maka Indonesia akan dipermainkan asing. Agar terciptanya kemandirian politik maka hutang Indonesia harus dapat dikendalikan. Hutang tidak menjadi alasan Indonesia diperbudak asing.
Sesuai amanat Undang-Undang Dasar bahwa seluruh alam dan kekayaan yang terkandung di dalamnya milik negara dan dipergunakan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.
Maka sebelum semuanya terlambat saatnya Indonesia mengedepankan peradaban dan kemandirian politik.
Baca Juga: Kapal SB Evelyn Calisca 01 Rute Tembilahan-Tanjung Pinang Tenggelam, 11 Meninggal 1 Hilang
Jadikanlah politik sebagai media meraih kekuasaan bukan menjadi tujuan Setelah kekuasaan diperoleh maka maka tugas utama adalah mencerdaskan rakyat, mensejahterakan ekonomi yang pada gilirannya akan memajukan dan menaikkan daya saing dan martabat Indonesia.
Semua harapan dan impian di atas sangat realistis dan hal itu menjadi tugas dan tanggung jawab rakyat Indonesia. Para pemimpin pengemban amanat rakyat di pundakmu maju mundurnya bangsa ini. Muhammad Abduh seorang pembaru Mesir mengatakan: “Annas ala dini Mulkihi” artinya “Manusia itu tergantung pada agama pemimpinnya”. Maksudnya jika pemimpinnya baik, baiklah suatu negara, demikian sebaliknya. Wallahu A’lam.
Penulis: Dr. Muktarruddin, MA (Ketua MUI Kecamatan Percut Seituan/Dosen UIN SU Medan)