Medan - Realitasonline.id | Dalam forum pertemuan negara-negara anggota dari organisasi kerjasama Islam dengan Kementerian Haji ataupun umroh Arab Saudi di Jeddah bahwa Indonesia menyampaikan empat usulan kepada Arab Saudi tentang peningkatan pelayanan dalam penyelenggaraan ibadah haji.
Pertemuan tersebut pun dihadiri dari perwakilan Indonesia baik itu dari duta bahasa oki yaitu konjen RI di Jeddah Eko Hartono bersama dengan rekannya konsul Haji KJRI Jeddah, yaitu Nasrullah Jasam.
Sebagaimana Nasrullah menjelaskan bahwa konjen RI yang ada di Jeddah memberikan apresiasi tentang peningkatan beragam layanan haji yang dilakukan oleh Arab Saudi mulai dari fast track sampai bio Visa.
Baca Juga: Masyarakat Sionom Hudon Tolak Tanah Adat Seluas 1763 Ha Diserahkan ke Pihak Lain
Bersamaan dengan hal tersebut bahwa delegasi dari Indonesia juga mengusulkan tentang sejumlah peningkatan layanan.
"Kami akan mengusulkan tentang penambahan bandara kedatangan di Saudi selain di Jeddah dan Madinah. Usulan tersebut pun bisa ditaip ataupun. Harapan untuk kedepannya adanya penambahan bandara masa tinggal jamaah di Arab Saudi itu lebih dipangkas sekitar 30 sampai 35 hari," jelas Nasrullah dilansir dari liputan6.com.
Untuk usulan kedua Nasrullah mengaitkan dengan pelaksanaan biovisa dalam proses pemisahan jemaah haji. Yang mana menurut Nasrullah bahwa ada kendala tentang perekaman sidik jari dari jemaah haji ataupun bio Visa.
Baca Juga: Mangkir Tes Baca Al Quran, 167 Bacaleg di Abdya Bisa Daftar Ulang
Karena dengan adanya kendala tersebut akan berdampak pada proses pemisahan secara keseluruhan.
"Kita mengusulkan ada solusi melalui rekaman dari retina mata yang sama akuratnya. Ya dikembangkan maka usulan tersebut pun diapresiasi oleh Saudi," Lanjutnya.
Dan yang ketiga adalah perluasan pelayanan fast track. Yang mana Indonesia juga mengusulkan layanan yang dikembangkan di bandara lainnya.
"Ada 13 embarkasi semua diusulkan dan bisa mendapatkan layanan fast track," ujarnya.
Baca Juga: BEI Didik ASN Paham Investasi Pasar Modal di Belitung Timur
Untuk terakhir usulan yang disampaikan dari delegasi Indonesia tentang informasi kuota.