Menikah pada Bulan Dzulhijjah Dilarang, Betulkah? Buya Yahya Justru Bilang Begini

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Sabtu, 24 Juni 2023 | 10:46 WIB
Buya Yahya (Tangkap Layar YouTube Buya Yahya)
Buya Yahya (Tangkap Layar YouTube Buya Yahya)

Realitasonline.id | Apakah betul menikah pada bulan Dzulhijjah tidak boleh ?

Sebagian masyarakat ada yang memercayai bahwa tidak boleh menikah saat Dzulhijjah.

Dzulhijjah sendiri biasa disebut sebagai bulan haji dan menjadi salah satu waktu yang dimuliakan oleh kaum Muslimin.

Baca Juga: Daftar Libur Serta Cuti Bersama Idul Adha 2023 Bagi PNS dan Pekerja Swasta, Cek di Sini

Tapi, anggapan dilarang menikah pada bulan Dzulhijjah adalah hal yang tidak benar sama sekali.

Justru Dzulhijjah menjadi bulan yang banyak dipilih untuk melangsungkan pernikahan.

Baca Juga: Puasa Arafah tapi Punya Utang Puasa Ramadan, Apakah Boleh? Ustaz Adi Hidayat Bilang Begini

Termasuk masyarakat Indonesia, memilih bulan tersebut sebagai waktu terbaik.

Sebagaimana Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menetapkan ada 12 bulan Qomariyah, dalam setahun, serta pada bilangan tersebut ada 4 bulan yang disebut sebagai bulan haram.

Dinamakan bulan haram adalah terlarang untuk melakukan peperangan pada bulan tersebut, bukan haram untuk menikah.

Baca Juga: 5 Manfaat Daging Kambing jika tak Dikonsumsi secara Berlebihan, Ternyata Baik buat Kesehatan Mental

Dalam kitab Syarh An-Nawawi ala Muslim dijelaskan:

وَقَصَدَتْ عَائِشَةُ بِهَذَا الْكَلَامِ رَدَّ مَا كَانَتِ الْجَاهِلِيَّةُ عَلَيْهِ وَمَا يَتَخَيَّلُهُ بَعْضُ الْعَوَامِّ الْيَوْمَ مِنْ كَرَاهَةِ التَّزَوُّجِ وَالتَّزْوِيجِ وَالدُّخُولِ فِي شَوَّالٍ وَهَذَا بَاطِلٌ لَا أَصْلَ لَهُ وَهُوَ مِنْ آثَارِ الْجَاهِلِيَّةِ كَانُوا يَتَطَيَّرُونَ بِذَلِكَ لِمَا فِي اسْمِ شَوَّالٍ مِنَ الْإِشَالَةِ والرفع

"Aisyah dengan perkataan ini, bermaksud menjawab apa yang terjadi pada masa jahiliyah dan apa yang dibayangkan sebagian orang awam pada saat itu bahwa makruh menikah, menikahkan atau berhubungan suami istri di bulan Syawal, ini sebuah kebatilan yang tidak memiliki dasar. Ini adalah peninggalan orang jahiliyah yang menganggap sial bulan tersebut karena kata Syawal yang diambil dari Isyalah dan Raf̕’i (mengangkat)." (Syarh An-Nawawi ala Muslim, halaman 209).

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

Unggulan Pejabat Kadis Pertanian dan Ketapang Taput

Jumat, 23 Januari 2026 | 11:49 WIB

PTPN1 Regional 1 Sembelih 13 Lembu, 4 Kambing

Minggu, 8 Juni 2025 | 06:46 WIB
X