Begitu pun, kata Bambang Pardede lagi, ia tidak ingin menyalahkan siapa-siapa. "Pimpinan juga, masyarakat juga tidak mungkin kita paksa untuk memahami proses, hasil yang perlu ditunjukkan. Karena itulah juga saya tak ingin menyalahkan siapa-siapa," sambungnya.
Baca Juga: PABPDSI dan DPRD Karo Bahas Program Kerja Bermanfaat Bagi Masyarakat
Namun dibagian lain, Bambang Pardede mengaku tidak memahami alasan pencopotan istrinya dari salah satu jabatan di Rumah Sakit Jiwa Prof Ildren Medan.
Pasalnya istrinya tersebut yang tergolong baru menjabat, namun dicopot dari jabatannya. "Tak lama setelah saya dicopot, giliran istri saya yang dicopot, yang menurut hemat kami juga tidak ada alasan logis," sebut Bambang Pardede.
Baca Juga: Terkait Dugaan Penyelewengan Honor Pengurus Mesjid, Jaksa Akan Panggil Pejabat DSI Bireuen
Bambang Pardede tidak yakin keputusan pencopotan tersebut diketahui Gubernur Sumut. "Dugaan saya mungkin karena ada kelalaian dari pejabat yang mengurusi kepegawaian, bukan oleh penilaian pak gubernur," sebut Bambang.
Meskipun demikian, Bambang Pardede mengatakan tidak mempersoalkan pencopotan dirinya dan istrinya lebih jauh. "Sudahlah, kalau kami sekarang hanya fokus melaksanakan tugas yang diamanahkan pimpinan kepada kami," pungkas Bambang Pardede. (AL)