"Melalui kegiatan ini, para pengunjung dapat menjumpai berbagai produk andalan pesantren mulai dari olahan makanan dan minuman, fashion, kaligrafi dan lainnya," ungkap Kakan Kemenag.
Sementara, Rektor UIN Syahada, Darwis Dasopang dalam sambutannya, mengatakan, kegiatan Expo Kemandirian Ponpes yang dilaksanakan ini dengan tekad dan semangat berdasarkan arahan dari Kemenag RI di bawah kepemimpinan Yaqut Cholil Qoumas agar Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negerin
(PTKIN) memfasilitasi kegiatan ini.
"Tentunya kegiatan ini merupakan perhatian pemerintah dan langkah konkret dan penting dalam mewujudkan visi keunggulan serta andil Ponpes dalam berbangsa dan bernegara," terang Rektor.
Ia menyebutkan, Expo Kemandirian Ponpes adalah wahana untuk memperlihatkan kepada masyarakat luas, serta pihak-pihak terkait, betapa besar potensi yang dimiliki Ponpes dan kegiatan ini juga mempromosikan semangat kemandirian yang melekat dalam Ponpes.
Atas nama UIN Syahada Padangsidimpuan mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kakan Kemenag di Tabagsel, khususnya Kota Padangsidimpuan, Paluta dan Palas, serta seluruh pihak yang telah turut serta dalam mendukung dan melaksanakan berbagai kegiatan positif dalam rangka perayaan hari santri Nasional tahun 2023 baik expo Kemandirian Ponpes maupun kegiatan talkshow.
Ia menyadari, peran Kakan Kemenag di Tabagsel telah menjadi tonggak utama dalam upaya memajukan masyarakat dan pesantren di wilayah ini.
Dukungan serta sinergi yang telah bapak-bapak tawarkan telah membawa manfaat yang luar biasa dalam meningkatkan kualitas pendidikan, perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
"UIN Syahada Padangsidimpuan berterima kasih atas dedikasi dan kerja keras bapak-bapak semua dan tak lupa, kami ingin mengucapkan rasa terima kasih yang tulus kepada seluruh pimpinan, pengurus, santri, dan seluruh komunitas di Ponpes," katanya.
Sementara itu BNI, BSI, dan Bank Sumut Syariah turut berpartisipasi mengikiuti expo Kemandirian Pesantren dalam rangka perayaan Hari Santri Nasional tahun 2023.
Tema perayaan Hari Santri Nasional Tahun 2023, 'Jihad Santri Jayakan Negeri', memiliki makna yang dalam. Kata 'Jihad' pada konteks ini bukanlah jihad dalam arti perang fisik, tetapi jihad dalam arti perjuangan, pengorbanan, dan usaha nyata untuk membangun negeri ini menjadi lebih baik.
Santri, dengan semangat dan ketekunan dalam mengejar ilmu agama dan pengetahuan umum, telah lama menjadi garda terdepan dalam pembangunan bangsa ini.
Santri, sebagai pemegang nilai-nilai luhur agama dan moral, memiliki tanggung jawab besar untuk menjalankan peran penting ini. Mereka adalah generasi penerus yang diberkahi dengan kearifan, ketaqwaan, serta semangat pengabdian.