"Karenanya, pesan kepada para santri adalah untuk terus mengasah ilmu agama dan ilmu pengetahuan umum, agar menjadi agen perubahan yang mampu menjayakan negeri ini," terangnya.
Dalam konteks inilah peran perguruan tinggi seperti UIN Syahada sangat penting. Kami akan terus berusaha menjadi mitra pesantren dalam mendukung kemandiriannya.
Melalui program pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, kami akan berusaha memberikan kontribusi yang signifikan dalam upaya menjayakan pesantren dan negeri ini.
Dalam undang-undang pendidikan yang baru-baru ini diterapkan di Indonesia yakni, Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2019 tentang Pesantren, pesantren telah disamakan dengan madrasah dan sekolah.
Ini adalah sebuah tonggak sejarah yang sangat penting, karena menunjukkan pengakuan atas peran krusial yang dimainkan oleh pesantren dalam memberikan pendidikan berkualitas dan berlandaskan nilai-nilai agama kepada generasi muda kita.
"Kita semua harus mendukung perkembangan pesantren dan menghargai peran penting mereka dalam masyarakat dan pendidikan Indonesia," tuturnya. (RI)
Rektor UIN Syahada Dr. H.Muhammad Darwis Dasopang didampingi Kakan Kemenag Padangsidimpuan Masir Rambe, memotong pita tanda dibukanya
Expo Kemandirian Pondok Ponpes, dalam rangka Hari Santri Nasional yang digelar di halaman Kampus UIN Syahada Padangsidimpuan, Jumat (20/10/2023).(Realitasonline.id/ RI)