Realitasonline.id - Lubuk Pakam | Pemilik sekaligus supir mobil Mitsubishi L300 BK 8649 BC, Pramuri Ganda Tamba (35) telah dibebaskan polisi dari Polresta Deli Serdang.
Namun, ayah 4 anak yang tinggal di Desa Sei Glugur Kecamatan Pancur Batu Kabupaten Deli Serdang tersebut, tetap diharuskan membayar pajak mobilnya yang menunggak selama 2 tahun oleh petugas Sat Lantas Polresta Deli Serdang.
Menurut petugas Kepolisian, pelunasan pajak mobilnya sebagai dasar pembayaran santunan Jasa Raharja atas korban, akibat dari kendaraan yang digunakan Pramuri.
Baca Juga: Meningkatkan Pajak Kendaraan, UPTD Samsat Palas Apelkan Kendaraan Dinas Pemda
Sebelum pajaknya dibayar dan dilunasi, mobil Pramuri tetap ditahan di kantor polisi, karena Mobil pick up milik Pramuri ditabrak pengendara sepeda motor, diduga mabuk sepulang dari lapo tuak bersama teman-temannya, Kamis (29/8/24) malam.
Pengendara sepeda motor Eli Simanjuntak, warga Rokan Hulu, Riau yang berstatus mahasiswa meninggal dunia akibat kejadian tersebut.
Ketika itu mobil pick up Pramuri sedang berhenti memuat bibit tanaman milik Heri di Jalan Jaya Dusun Madirsan Desa Bangun Sari Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang untuk dibawa ke Labusel.
Baca Juga: Edy Rahmayadi Perpanjang Program Pemutihan Pajak Kendaraan Bermotor
Selama berhenti Pramuri menyalakan kedua lampu tangan mobilnya dan petugas membawa Pramuri dan mobilnya ke Mapolresta.
Sementara jenasah Eli Simanjuntak dievakuasi petugas ke RSUD Amri Tambunan Lubuk Pakam, Jumat dini hari (30/8/24).
Selama Pramuri ditahan di Sat Lantas Polresta, warga komplek tempat tinggalnya banyak yang berempati kepadanya. Warga pun berkunjung dan membantu biaya makan Pramuri selama di kantor polisi.
Kata jiran tetangganya, Pramuri dikenal baik di tempat tinggalnya. Murah senyum dan ramah. "Saya dipulangkan hanya untuk membayar pajak mobil yang saya kredit. Dari manalah saya bisa mengusahakan semua itu. Sementara kerugian saya siapa yang memikirkan dan menanggungnya,"kata Pramuri, Senin sore (2/9/24).
Disebutkannya, untuk membantu penghasilan keluarga, istrinya berjualan kecil-kecilan di depan rumah. "Anak saya 3 orang sudah sekolah, satunya lagi belum sekolah," tambah Pramuri dengan senyum kecut seraya berharap ada keadilan untuknya.