Realitasonline.id - Padangsidimpuan | Kota Padangsidimpuan yang dikenal Kota Pendidikan, Barang dan Jasa, hingga kini menghadapi berbagai tantangan besar di salah satu titik strategisnya.
Jalan Thamrin, sekitarnya, Jalan yang seharusnya menjadi pusat aktivitas ekonomi dan mobilitas masyarakat justru berubah menjadi kawasan semrawut yang memprihatinkan.
Jalan Thamrin yang semrawut ini menjadi cerminan tantangan besar tata kelola perkotaan di Padangsidimpuan yang mendesak untuk diselesaikan.
Kemacetan panjang hampir menjadi pemandangan sehari-hari di jalan ini. Penyebabnya beragam, mulai dari parit yang tersumbat sehingga air meluap ke badan jalan, hingga trotoar yang berubah fungsi menjadi lapak kaki lima.
Baca Juga: Sumut Rehabilitasi 37 Ribu Hektare Sawah Rusak Pasca Bencana
Tak hanya itu, badan jalan yang seharusnya difungsikan untuk kendaraan juga dipenuhi pedagang, menciptakan kesemrawutan yang sulit diurai.
Masalah ini semakin diperburuk oleh sampah yang berserakan di berbagai sudut jalan. Tidak hanya mengganggu pemandangan, sampah tersebut menimbulkan bau tak sedap dan menjadi ancaman kesehatan bagi masyarakat.
Limbah ikan dari pedagang ikan kaki lima juga menjadi perhatian serius. Cairan limbah yang mengalir ke jalan menyebabkan kerusakan infrastruktur, membuat aspal berlubang dan membahayakan pengendara.
Pengendara selalu berharap agar pemerintah segera turun tangan untuk mengatasi permasalahan ini. Dibutuhkan langkah nyata, mulai dari normalisasi parit, penataan pedagang kaki lima, hingga penegakan aturan kebersihan.
" Jalan Thamrin sekitarnya ini sudah tidak nyaman lagi, tiap hari macet, apalagi kalau pagi dan sore. Parit-paritnya sudah lama tersumbat, jadi kalau hujan sedikit saja air langsung teegenang ke jalan, " ujar seorang pengendara yang melintas, Kamis (15/1/2026)
Baca Juga: Tranportasi Lumpuh di Tabagsel Sumatera Utara, Polda Sumut Instrusikan Antar Jemput Anak Sekolah
Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad, seorang pejalan kaki. Ia melihat, trotoar sudah dipenuhi pedagang kaki lima, sehingga kita harus ekstra hati-hati berjalan karena jalannya sempit dan licin.
" Diharapkan pemerintah segera hadir dengan kebijakan tegas untuk menormalisasi kawasan Jalan Thamrin sekitarnya dan mengembalikan fungsi sebagai jalur utama yang nyaman dan aman untuk semua, " ucap dia
Sementara pemilik rumah toko (ruko) yang tinggal di seputaran Jalan Thamrin Kota Padangsidimpuan juga sering mengeluhkan soal kesemrawutan Jalan Thamrin karena halaman rukonya dijadikan lapak dagangan kaki lima.