PTAR - Pemkab Tapsel Gaspol Normalisasi Sungai Garoga, 6 Kilometer Sungai Sudah Diperlebar

photo author
Ayu Kesuma Ningtyas, Realitas Online
- Jumat, 16 Januari 2026 | 16:15 WIB
Keterangan gambar: Normalisasi  Sejumlah alat berat jenis excavator milik PTAR yang terus bekerja melakukan pelebaran sungai dalam kegiatan normalisasi sungai Garoga Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Selasa (14/1/2026). (Foto : Realitasonline / Riswandy)
Keterangan gambar: Normalisasi Sejumlah alat berat jenis excavator milik PTAR yang terus bekerja melakukan pelebaran sungai dalam kegiatan normalisasi sungai Garoga Batangtoru, Kabupaten Tapsel, Selasa (14/1/2026). (Foto : Realitasonline / Riswandy)

Realitasonline.id - Tapanuli Selatan | Upaya percepatan normalisasi Sungai Garoga Kecamatan Batangtoru Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) pasca banjir bandang terus dikebut.

Hingga saat ini, pelebaran sungai telah mencapai sepanjang 6 kilometer dari total target 8 kilometer dari hulu hingga hilir sungai di wilayah Anggoli Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng)

Kegiatan normalisasi ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Agincourt Resources (PTAR) dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tapsel melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU).

Normalisasi Sungai Garoga difokuskan pada pelebaran alur sungai dan pengorekan material sedimen untuk mencegah terjadinya pendangkalan yang berpotensi memicu banjir susulan

Baca Juga: Ruas Jalan Thamrin Padangsidimpuan Potret Kemacetan dan Masalah Perkotaan yang Tak Kunjung Tuntas.

Dalam pelaksanaannya, sejumlah alat berat jenis excavator sebanyak 5 unit dikerahkan di beberapa titik sepanjang aliran sungai.

Senior Supervisor Operation TSF PTAR, April Nainggolan, menjelaskan, keterlibatan PTAR dalam kegiatan tersebut bersifat mendukung, khususnya dalam penyediaan alat berat dan pengangkutan material.

“ Untuk teknis penentuan stabilitas aliran sungai sepenuhnya berada di bawah kewenangan Dinas PU Tapsel. PTAR bertugas membantu dengan menyiapkan alat berat, melakukan pekerjaan pelebaran sungai, serta mengangkut material bebatuan dari dasar sungai, ” ujar April di temui di lokasi, Selasa (14/1/2026)

Ia menyebutkan, hingga kini ribuan kubik material bebatuan yang terbawa banjir bandang telah dikorek dan disingkirkan. Material tersebut kemudian dimanfaatkan untuk kebutuhan pembangunan Rumah Hunian Sementara (Huntara) dan Rumah Hunian Tetap (Huntap) bagi warga terdampak banjir di Kecamatan Batangtoru.

Disebutkannya, pekerjaan normalisasi Sungai Garoga telah berlangsung selama kurang lebih dua pekan. Pada tahap awal, PTAR menurunkan lima unit alat berat. Namun saat ini, tiga unit masih difokuskan pada pekerjaan normalisasi sungai, sementara dua unit lainnya dialihkan untuk persiapan lahan pembangunan Huntara dan Huntap.

Baca Juga: Sumut Rehabilitasi 37 Ribu Hektare Sawah Rusak Pasca Bencana

Selain pengerjaan sungai, PTAR juga berkolaborasi dengan Dinas Kehutanan daerah dalam pengumpulan kayu-kayu gelondongan yang terbawa arus banjir dan tersebar di sepanjang alur sungai maupun permukiman warga.

Kendati demikian, proses normalisasi tidak lepas dari kendala. Hujan di wilayah hulu kerap memicu banjir susulan yang berisiko menenggelamkan alat berat dan mengganggu jalannya pekerjaan, sehingga alat harus dievakuasi demi keselamatan.

" Dalam kegiatan ini, PTAR juga mengerahkan sebanyak 10 personel yang terdiri dari lima operator alat berat, tiga pendamping, dan dua orang pengawas untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai prosedur dan aman, " sebutnya. (RI)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Ayu Kesuma Ningtyas

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

‎Bupati Taput Sumbang Saran Inovasi PPID APKASI

Sabtu, 18 April 2026 | 11:40 WIB
X