" Dengan daya adaptasi yang baik dan hasil tinggi, varietas ini berpotensi menjadi alternatif unggulan bagi petani setempat, " terangnya
Kepala BI Perwakilan Sibolga Riza Putera, menyampaikan, varietas padi unggul inbrida Gamagora 7 resmi dilepas oleh Universitas Gadjah Mada (UGM) setelah memperoleh Surat Keputusan pelepasan dari Kementerian Pertanian RI pada 28 Maret 2023.
Baca Juga: Proyek Jembatan Tanpa Plang di Tandam Hilir Deli Serdang Disorot Warga: Menimbulkan Kecurigaan
Varietas padi “amfibi” hasil mutasi Rajalele Klaten ini dirancang tahan terhadap hama wereng dan sejumlah penyakit, serta berpotensi menghasilkan hingga 9,8 ton per hektare.
Gamagora 7 dapat dikembangkan baik di lahan sawah irigasi maupun tadah hujan dan telah diuji di berbagai daerah, seperti NTB, DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, hingga Bali.
Melalui sinergi BI Sibolga dan Pemkab Tapsel, diharapkan pengembangan varietas unggul Gamagora 7 dapat terus diperluas guna meningkatkan produktivitas padi, pendapatan petani, serta memperkuat ketahanan pangan daerah.
" Kehadirannya diharapkan mampu menjadi solusi adaptif bagi petani dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, baik El Nino maupun La Nina, " ucap Riza. (RI)