Lanjutnya, seperti penelusuran fakta yang akurat, penyusunan naskah berita yang baik, serta kemampuan beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
Masih kata Agus Utama penting mempedomani Ejaan Yang Disempurnakan (EYD) dalam pembuatan berita merupakan modal dasar seorang wartawan dalam melaksanakan tugasnya secara profesional. Sehingga hasil karya jurnalistik yang dihasilkan, baru bisa disebut berkualitas.
Baca Juga: Rayakan Hut RI Ke 78, Polresta Deli Serdang Tanam Pohon Peduli Lingkungan
"Kita harus paham tanda baca yang dipergunakan. Ejaan, penempatan huruf besar dan kecil. Belum lagi bicara 5W dan 1H yang harus jelas keberadaannya di dalam tubuh berita," tuturnya.
"Untuk menjadi wartawan yang profesional dan berkualitas, kita harus memahami semua ketentuan tersebut, UU Pers Nomor 40, Kode Etik Jurnalistik dan PPRA," tegas Agus.
Agus mengatakan gak semuanya narasumber pintar, makanya kita harus lebih pintar dari narasumber. "Kita juga harus sering baca media ternama pahami gaya penulisannya, itu penting," cetusnya.
Baca Juga: 4 unit Ruko Hangus Dilahap Sijago Merah di Kabanjahe
Peserta Antusias
M Lubis Mewakili sambutan Ketua Panitia Pelatihan Jurnalistik SMSI Sergai, yang juga Bendahara SMSI Sergai, melaporkan sebanyak 31 wartawan dari berbagai media online dan cetak antusias mengikuti pelatihan tersebut.
"Alhamdulillah kegiatan ini berlangsung lancar dan sukses," ungkapnya.
Salah seorang peserta, Fany Aulia dari media online Forumkeadilansumut.com, menuturkan ilmu yang diberikan narasumber sangat penting dan mudah dipahami.
"Kita gak sia-sia mengikuti Pelatihan Jurnalistik SMSI Sergai ini. Pelatihan Jurnalistik itu sangat membantu saya dalam membuat berita yang lebih berkompeten dan bernilai, intinya saya sangat senang mengikuti kegiatan ini," sebut Fany.
Baca Juga: Ini Dia Bintang Barcelona, Profil Lamine Yamal Pemain Termuda Internasional Spanyol
Ungkapan senada juga disampaikan oleh Endang Wahyudi peserta dari media Topkota.co, dengan mengikuti pelatihan ini, dirinya jadi paham tentang istilah wawancara dan bagaimana agar narasumber mau memberikan informasinya secara terbuka.
Pada kesempatan itu, Bambang Sujatmiko dari media online Sumaterapost.co, mengatakan materi yang diperoleh di pelatihan itu dinilainya sangat bagus.