AL langsung menyampaikan secara jelas asal usul baju Purwaka berlogo Kejaksaan tersebut, serta awal pembentukan tim wartawan unit kejaksaan yang dikenakannya tersebut.
Namun, apa yang dijelaskan Al seolah tidak dipedulikan oknum Kasi Intel tersebut. Sabri terus mencecar rekan media itu dengan kalimat-kalimat memojokkan, seperti telah hilang rasa jalinan kemitraan yang dijalin selama ini.
Kasi Intel Kejari Langkat tersebut kemudian memerintahkan salah seorang stafnya untuk mengambil foto diri M Ali mulai dari depan, samping kiri-kanan dan belakang seperti seorang pelaku kriminal.
Dalam kesempatan itu Sabri juga menyuruh AL membuat surat perjanjian dengan bermateraikan Rp10 Ribu.
Perlakuan memalukan dan tidak bersahabat yang dianggap Sabri Marbun rekan media Realitas tersebut telah mengancam institusi Adhyaksa, kemudian memerintahkannya untuk membuka baju yang dikenakan disaksikan staf Intel lainnya.
Untung saja rekan wartawan tersebut saat diboyong menggunakan mobil tim jaksa sempat membawa jaket. Sehingga, AL tidak telanjang dada keluar dari Gedung Kejaksaan Negeri Langkat tersebut.
Ironisnya, Kasi Intel juga seperti belum puas hati mempermalukan awak rekan media tersebut dan menyuruhnya keluar ruangan begitu saja, tanpa menunjukkan niat baik untuk mengantar kembali ke tempat dimana dia dijemput.
Terpisah, Kasi Intel Kejari Stabat Sabri terkait cara-cara arogansi dan tidak bersahabat terkait perlakuan yang dilakukan kepada salah seorang rekan wartawan, dijelaskannya jika apa yang dilakukan sudah sesuai.
Baca Juga: Harga Minyak Brent Naik di Atas US Per Barel untuk Pertama Kalinya Sejak Oktober 2024
"Klarifikasi kan sudah santun. Sudah dibantu juga. Memangnya tidak boleh diklarifikasi? Coba ditanya sama Pak Ali dimintai keterangan atau diapakan. Justru lebih elok dibawa ke kantor dari pada lama-lama di warung. Jadi perhatian orang," ujar Sabri membela diri.
Kira-kira ada masalah besar ya Pak dengan yang dipakai AL? Itu kan seragam wartawan unit kejaksaan yang dibentuk Pak Andre Ridwan dulu. Kan bisa Pak Kasi Intel kabari lewat telpon. Bukan cara-cara seperti menangkap krimimal dan menuding sudah berapa banyak yang diperas menggunakan baju itu? Untung saja AL bawa jaket, kalau gak, mungkin Al hrs dipermalukan keluar ruangan intel pakai singlet, tanya Topmetro mewakili rekan media lainnya.
"Menurut saudara, kami jemput itu adalah masalah besar? Intelijen itu deteksi dini AGHT (Ancaman Gangguan Hambatan Tantangan) terhadap institusi. Sudah jelas Pak?" tantangnya.
Baca Juga: Indeks Utama Wall Street Melemah Dipicu Anjloknya Saham Perusahaan Asuransi dan Saham Tesla